PERKEMBANGAN
KURIKULUM DI INDONESIA KHUSUSNYA DI SEKOLAH DASAR
Dari tahun ke tahun kurikulum yang
terdapat di setiap negera berubah-ubah sesuai
dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang dewasa ini dan juga kondisi
serta tuntutan zaman. Untuk menyesuaikan dengan zaman, kurikulum mengalami
perkembangan. Perkembangan itu terjadi pada kurikulum di Indonesia. Perkembangan kurikulum ini dianggap menjadi penentu masa depan
anak bangsa. Sebagai bangsa yang pernah dijajah, kurang lebihnya Indonesia akan
terpengaruh oleh kurikulum pendidikan dari Negara yang dulu pernah menjajah
Indonesia. Oleh karena itu, perlu dikaji untuk mengetahui bahwa Indonesia
saat ini kurikulumnya masih berkaitan dengan kepentingan penjajah dulu.
Setidaknya, ketika fisik penjajah itu pergi, mereka tetap ada melalui kurikulum
yang diturunkan pada Negara bekas jajahannya.
A.Perkembangan Kurikulum Sekolah Dasar Di Indonesia
Adapun perkembangan kurikulum di
Indonesia dapat dibagi dalam beberapa fase, sebagai berikut:
Pada masa VOC walaupun tak ada kurikulum yang ditentukan biasanya
sekolah menyajikan pelajaran tentang ketekismus, agama, juga membaca, menulis
dan menyanyi. Peraturan hanya menentukan bahwa anak pria lebih dari usia 16
tahun dan anak wanita lebih dari 12 tahun hendaknya jangan dikeluarkan dari
sekolah. Pembagian dalam 3 kelas untuk pertama kali di mulai pada tahun 1778.
Di kelas 3, kelas terendah, anak-anak belajar abjad, di kelas 2 membaca,
menulis, dan bernyanyi dan di kelas 1, kelas tertinggi : membaca, menulis,
katekismus, bernyanyi dan berhitung.
ØKurikulum sebelum 1892 ( Sebelum
Reorganisasi)
Sebelum 1892 sekolah rendah tidak mempunyai kurikulum yang
uniform walaupun dalam peraturan 1871 ada petunjuk yang menentukan kegiatan
sekolah. Ada 4 mata pelajaran yang diharuskan, yakni membaca, menulis, bahasa
(bahasa daerah dan bahasa melayu), serta berhitung. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa melayu.
ØKurikulum Setelah 1892 ( Setelah
Reorganisasi)
Kurikulum sekolah ini seperti ditentukan dalam peraturan
1893 terdiri atas pelajaran membaca dan menulis dalam bahasa daerah dalam huruf
daerah dan latin, membaca dan menulis dalam bahasa Melayu, berhitung, ilmu bumi
Indonesia, ilmu alam, sejarah pulau tempat tinggal, menggambar
dan mengukur tanah.
ØKurikulum Sekolah Kelas Dua
Disebut Sekolah Kelas Dua karena orang-orang yang sekolah
disana khusus sebagian kecil rakyat. Sekolah ini akan mempersiapkan berbagai
ragam pegawai rendah untuk kantor pemerintah dan perusahaan swasta.
Disamping itu juga untuk mempersiapkan guru bagi Sekolah Desa.
ØKurikulum VolkSchool
Kurikulum ini muncul seiring dengan kebutuhan rakyat yang
pada saat itu banyak buta huruf dan tidak bisa berhitung. Akan tetapi, sekolah
ini tetap saja dirasa tidak memenuhi keinginan murid untuk melanjutkan
pelajarannya. Pada akhirnya, sekolah desa ini menjadi substruktur dari Sekolah
Kelas Dua dengan mengadakan perbaikan kurikulum Sekolah Desa.
ØKurikulum ELS (Europese Lagere
School)
Kurikulum terdiri atas pelajaran membaca, menulis,
berhitung, bahasa Belanda, sejarah, ilmu bumi dan mata pelajaran lainnya.
Sedangkan pelajaran agama ditiadakan. Pada tahun 1868 bahasa prancis
diajarkan dan merupakan syarat untuk masuk ke sekolah Belanda.
ØKurikulum HCS (Holland Chinese
School)
HCS mempunyai dasar yang sama dengan ELS. Bahasa Perancis
biasanya diajarkan pada sore hari seperti halnya dengan bahasa Inggris, yang sebenarnya
tidak diberikan kepada ELS.
ØKurikulum HIS (Holland Inlandse
School)
Kurikulum HIS seperti yang tercantum dalam Statuta 1914 No.
764 meliputi semua mata pelajaran. Lulusannya bisa melanjutkan ke STOVIA (School
tot Opleiding van Indisce Artsen, Sekolah “Dokter Djawa”) dan MULO. Selain itu
mereka memasuki Sekolah Guru, Sekolah Normal, Sekolah Teknik, Sekolah Tukang,
Sekolah Pertanian, Sekolah Menteri Ukur, dan lain-lain.
ØKurikulum MULO (Meer Uitgebreid
Lager Onderwijs)
MULO merupakan sekolah pertama yang tidak mengikuti pola
pendidikan Belanda, namun tetap berorientasi pada Barat dan tidak mencari
penyesuaian dengan keadaan Indonesia. Programnya terdiri atas empat bahasa
yakni, belanda, Perancis, Inggris dan Jerman. Kursus MULO
ini dibuka pada tahun 1903. Kursus ini dimaksud sebagai sekolah rendah.
ØKurikulum HBS (Hogere Burger School)
Yang diajarkan tampaknya universal. Bahannya dapat berubah
disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, namun mata pelajarannya tetap
sama. Siswa HBS harus mempunyai bakat yang tinggi dalam IPA, matematika ataupun
bahasa. Untuk gurunya hanya mereka yang memperoleh gelar Ph.D (Doktor) atau
diploma yang boleh mengajar.
B.Periode Tahun 1945 Sampai Tahun 1968 (Masa Kemerdekaan dan Pemerintahan Orde
Lama)
1)Kurikulum 1947
Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai
istilah dalam bahasa Belanda leer plan artinya rencana pelajaran. Perubahan
arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke
kepentingan nasional. Sedangkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Kurikulum
yang berjalan saat itu dikenal dengan sebutan Rentjana Pelajaran 1947 yang baru
dilaksanakan pada tahun 1950.
Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti
sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu
masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai
development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa
lain di muka bumi ini. Orientasi Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pada
pendidikan pikiran.
2)Kurikulum 1952
Pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Kurikulum ini lebih merinci
setiap mata pelajaran yang kemudian diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai
1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang
paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana
pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan
sehari-hari. Silabus mata pelajarannya menunjukkan secara jelas bahwa seorang
guru mengajar satu mata pelajaran, (Djauzak Ahmad, Dirpendas periode1991-1995).
3)Kurikulum 1964
Menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan
sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964.
Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini
adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan
akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik,
2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan
jasmani. Ada yang menyebut Panca wardhana berfokus pada pengembangan dayacipta,
rasa, karsa, karya, dan moral. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima
kelompok bidang studi : moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan
(keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada
pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.
C.Periode Tahun 1968 Sampai Tahun 1999
(Masa Pemerintahan Orde Baru)
1.Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada
upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani,
mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan
keyakinan beragama. Dalam kurikulum ini tampak dilakukannya perubahan struktur
kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila,
pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan
dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kurikulum 1968 menekankan
pendekatan organisasi materi pelajaran : kelompok pembinaan
Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
2.Kurikulum 1984
Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 yang
disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari
mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini
disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL). CBSA
merupakan suatu upaya dalam pembaharuan pendidikan dan pembelajaran pada
saat itu. Pendekatannya
menitikberatkan pada keaktifan siswa yang merupakan inti dari kegiatan
belajar.
3. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum
1999
Kurikulum 1994 merupakan hasil upaya untuk memadukan
kurikulum-kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 1975 dan 1984. Banyak kritik
berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari
muatan nasional sampai muatan lokal. Materi muatan lokal disesuaikan dengan
kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan
daerah, dan lain-lain. Akhirnya, Kurikulum 1994
menjelma menjadi kurikulum super padat.
Dalam kurikulum 2004
ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan
IPTEK tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar
siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai
fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk
semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek, namun subjek. Dan
setiap kegiatan siswa ada nilainya.
Setiap kurikulum
yang pernah dipakai masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan
KTSP dibandingkan dengan kurikulum pendahulunya adalah bahwa KTSP dapaty
mendorong terwujudnya otonomi penyelenggaraan pendidikan oleh Sekolah. Dengan
otonomi tersebut, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara
bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan
kondisi lingkungan sekolah tersebut.
Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam
mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan
dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan
usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas
apapun juga berbeda.
Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat
dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya kurang menariknya materi, faktor
lingkungan yang ramai, kesulitan anak untuk mengerjakan, dll. Untuk anak-anak
memang sangat dibutuhkan kemampuan yang aktif untuk menyampaikan materi dan
disesuaikan dengan perkembangan motoriknya.
Sedangkan yang dimaksud dengan kesulitan konsentrasi
adalah bila tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya
terpecah dan mudah beralih. Jadi, untuk suatu pekerjaan, dia tidak bisa
menuntaskannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi
pada semua hal. Akan tetapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi,
baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.
Kondisi Wajar
Dengan keadaan anak yang sulit berkonsentrasi, orang
tua hendaknya tidak bisa secara langsung menyimpulkan anaknya mengalami
gangguan konsentrasi. Jika anak usia batita tampak tidak bisa diam, seolah-olah
hiperaktif, mungkin sebenarnya normal. Karena memang kondisi anak-anak usia
batita yang biasanya tidak bisa diam. Masalahnya, ia memang sedang berada dalam
fase eksplorasi, ingin mencoba semuan benda untuk dipegang, diremas, digigit,
dilempar dan diambil kembali, dan berlari ke sana kemari untuk menjelajah. Di
usia ini kemampuan batita untuk mempertahankan atensi memang relatif pendek.
Kalau memang si anak tidak mengalami kelainan misalnya
hiperaktif, kalau disuruh diam anak, anak juga bisa diam. Anak yang hiperaktif
malah sama sekali tidak bisa konsentrasi pada semua hal. Berbda dengan anak
normal yang mungkin hanya pada hal-hal tertentu saja ia tidak bisa diam atau
dalam keadaan bosan.
Baru di usia sekitar 4-5 tahun anak mulai mampu
berkonsentrasi dan menyelesaikan suatu tugas sampai selesai. Jika anak bisa
konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan konsentrasinya cukup
baik, bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding rata-rata
anak umumnya. Perlu diwaspadai jika si kecil berumur 5 tahun memegang sesuatu
lalu sesaat kemudian sudah dilempar (benda apa saja), berarti ada sesuatu
dengan diri si anak.
Faktor Penyebab
Sulit berkonsentrasi, terlebih dahulu harus dilihat
apa penyebab anak sulit berkonsentrasi? Banyak para orang tua yang bingung dan
khawatir mengenai anaknya yang sulit berkonsentrasi atau anaknya termasuk
hiperaktif.
Ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan
berkonsentrasi, yaitu:
Faktor eksternal, ada dua hal yang bisa mempengaruhi,
antara lain:
Lingkungan. Untuk faktor lingkungan, misalnya, anak
diberi tugas menggambar. Pada saat yang bersamaan, ia mendengar suara ramai dan
itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya pun diabaikan. Berarti
lingkungan mempengaruhi konsentrasinya.
Pola pengasuhan yang permissive yaitu pengasuhan yang
sifatnya menerima atau membolehkan apa saja yang anak lakukan. Sehingga anak
kurang dilatih untuk menyelesaikan suatu tugas sampai selesai dan jika ia
mengalami kesulitan orang tua bisa membantunya sehingga ia mampu
menyelesaikannya tidak dibiarkan saja anak beralih melakukan sesuatu yang lain.
Faktor psikologis
Faktor psikologia anak juga bisa mempengaruhi
konsentrasi anak. Anak yang mengalami tekanan, ketika mengerjakan sesuatu ia
bisa menjadi tidak konsentrasi sehingga tidak fokus dalam menyelesaikan
pekerjaannya. Contoh yang berbeda, misalnya “suasana di sekolah yang berbeda
dengan suasana di rumah. Anak kaget, karena mempunyai teman yang lebih berani,
sehingga ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi.
Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran menjadi berkurang.
Jadi, karena faktor psikologis anak yang disebabkan karena kurangnya kemampuan
bersosialisasi bisa membuat anak menjadi kurang berkonsentrasi di sekolah.
Faktor internal
Berkenaan dengan faktor internal adalah faktor dari
dalam dirinya sendiri antara lain karena adanya gangguan perkembangan otak dan
hormon yang dihasilkan lebih banyak sehingga anak cenderung menjadi hiperaktif.
Jika anak lamban/lambat disebabkan karena hormone yang dihasilkan oleh
neurotransmitter-nya kurang. Sehingga bisa mengakibatkan lambannya konsentrasi.
Konsentrasi atau perhatian biasanya berada di otak
daerah frontal (depan) dan parientalis (samping). Gangguan di daerah ini bisa
menyebabkan kurang atensi atau perhatian. Jadi, karena sistem di otak dalam
memformulasikan fungsi-fungsi aktivitas, seperti penglihatan, pendengaran,
motorik, dan lainnya, di seluruh jaringan otak itu terganggu, maka anak tidak
dapat berkonsentrasi karena input yang masuk ke otak terganggu. Akibatnya,
stimulasinya pun tidak bagus, Gangguan ini bukan merupakan bawaan melainkan
bisa didapat misalnya karena terkena infeksi otak.
Karena itulah penyebab sulitnya berkonsentrasi harus
dicari terlebih dahulu apakah karena faktor eksternal atau internal. Apabila
penyebabnya karena faktor lingkungan, orang tua dapat membantu anak untuk
meminimalkan lingkungan sedemikian rupa agar anak bisa fokus atau memusatkan
perhatiannya. Biasanya kalau sudah memasuki usia sekolah, di mana rentang
konsentrasi-nya sudah lebih panjang, anak tidak terlalu bermasalah kecuali jika
anak memang mempunyai kelainan. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan
konsentrasi yang lebih disebabkan karena faktor dari dalam dirinya seperti
hiperaktif, terapi yang diberikan adalah secara medik/obat dan terapi perilaku.
Umumnya kalau sudah diberi obat, hiperaktifnya berkurang. Sedangkan untuk
konsentrasi lambat diterapi untuk meningkatkan konsentrasinya.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam
mengatasi anak sulit berkonsentrasi :
Mencari tahu penyebab kesulitan anak berkonsentrasi.
Dari beberapa faktor penyebab kesulitan konsentrasi
yang telah dibahas diatas, langkah selanjutnya adalah menganalisa penyebab
kesulitan anak. Misalnya: ketika mengikuti lomba mewarnai, anak sibuk melihat
pekerjaan teman sehingga ia tidak mengerjakan gambarnya. Hal ini bisa
disebabkan karena kesempatan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya
kurang, sehingga ketika ia berada di luar rumah ia begitu senangnya sehingga ia
lupa dengan tugasnya. Bisa juga anak kurang tertarik dengan mewarnai karena
merasa bosan dengan aktivitas yang menuntutnya untuk duduk diam. Setelah itu,
barulah mencari solusi dan strategi yang tepat agar anak bersedia bekerja sama
menyelesaikan tugasnya.
Mencari strategi yang sesuai dengan anak.
Dalam mencari strategi yang tepat untuk mengatasi
perilaku anak yang sulit, bisa didiskusikan bersama dengan anak, untuk membuat
aturan bersama-sama. Dalam membuat peraturan dan batasan waktu pengerjaan
sesuaikan dengan kemampuan anak. Memasuki usia 4-5 tahun anak sudah mulai paham
dan bisa diajak kerja sama. Misalnya: ketika ia mengikuti lomba mewarnai anak
harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Jika ia cepat menyelesaikan
tugasnya ia akan diajak berjalan-jalan dan bermain di mall. Jika anak terlalu
lama maka ia tidak jadi diajak-jalan. Dengan begitu, harapannya anak lebih
berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya.
Orang tua bisa menentukan target dan waktu pencapaian
sesuai dengan kemampuan anak. Begitu juga dalam penerapannya orang tua bisa
dengan menggunakan pemberian hadiah, pujian atau pemberian yang ia suka
sehingga anak termemotivasi untuk menyelesaikan apa yang sedang ia lakukan.
Anak-anak memang senang denga hadiah namun hati-hati dalam pemberiannya agar
tidak terlalu berlebihan. Dalam pemberian hadiah, selalu ada usaha yang
dilakukan. Misalnya dengan system stiker, ketika anak bisa menyelesaikan suatu
pekerjaan yang kita tugaskan ia kita beri stiker, kemudiasetelah stiker
terkumpul 5 barulah diberi hadiah. Namun sebelumnya hadiah yang diberikanpun
rundingkanlah terlebih dahulu dan sesuaikan dengan kemampuan.
Melakukan aktivitas yang dapat melatih konsentrasi
anak
Sebelum bersekolah, sebaiknya orang tua mulai melatih
anak berkonsentrasi mulai dengan memberikan tugas yang sederhana sampai tugas
yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Latihlah anak untuk mampu konsentrasi
dalam situasi yang berbeda-beda, mulai dari belajar sambil ditemani, belajar
sendiri sampai belajar konsentrasi bersama teman-temannya. Sehingga ketika anak
bersekolah mampu mengikuti penjelasan dari gurunya.
Manfaatkan tingginya rasa ingin tahu anak, dengan
memperkenalkan beragam aktivitas meski rentang konsentrasinya masih pendek.
Gunanya, selain memperkaya pengetahuan, juga mempertahankan daya konsentrasi
anak. Sebisa mungkin orang tua kreatif memberikan variasi kegiatan agar anak
tidak bosan. Terus evaluasi rentang waktu konsentrasi anak. Pendeknya rentan
waktu konsentrasi anak bisa juga disebabkan karena kurangnya latihan atau
stimulasi melakukan suatu tugas.
Melalui aktivitas bermain, berolah raga dan seni juga
bisa melatih konsentrasi anak.
- Aktivitas bermain
Dalam permainan biasanya ada instruksi yang diberikan.
Dengan demikian secara tidak langsung melatih anak untuk mengikuti instruksi
dan mampu melakukannya dengan tepat dan cepat.
1. Menjumput (menggunakan
jempol dan telunjuk) butiran kacang merah, jagung kedelai sambil menghitung
jumlahnya, selain melatih konsentrasi juga melatih motorik halus anak. Atau
jika bosan bisa dengan menempelkannya di sebuah tempat (tempayan) dengan
digambar pola terlebih dahulu.
2. Memindahkan
air dari mangkuk/baskom kedalam botol dengan menggunakan tutup botol tersebut.
Dilakukan dengan tangan kanan dan kiri secara bergantian.
3. Bermain
Puzzle juga diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak. Kotak susu
bekas dapat dibuat menjadi puzzle sederhana.
4. Menyusun
balok bisa juga dilakukan. Menyusun balok secara horisontal keatas maupun
vertikal dalam bentuk barisan.
- Aktivitas olah raga
Dari penelitian menunjukkan bahwa dengan aktif
bergerak dan berolah-raga dapat meningkatkan kecerdasan karena dengan
berolah-raga aliran darah dan oksigen ke otak akan lebih baik. Penelitian lain
juga menunjukkan, aktif bergerak akan membantu proses disintesa protein-protein
sebagai penumbuh saraf otak yang baru, yang dapat membantu menyimpan memori
jangka panjang. Dengan demikian, jelaslah bahwa aktivitas olah raga bisa
membantu regenerasi kerja otak, selain manfaat kesehatan yang akan kita
peroleh. Jadi secara fisik dan mental akan lebih sehat lagi. Misalnya olah raga
:
Berenang,
terutama dengan gaya bebas juga merupakan olahraga yg baik untuk anak,
karena berenang bisa menstimulasi indera-in sensoris, melatih konsentrasi,
juga menstimulasi otak kanan dan kiri (pada gerakan gaya bebas).
Sepak
bola juga bisa melatih anak untuk menendang bola dengan lurus dan fokus
mengarah ke gawang.
- Aktivitas seni
Di era yang serba modern seperti saat ini, banyak
sekali cara-cara yang diterapkan sebagai bentuk usaha dalam peningkatan
kecerdasan otak dan daya konsentrasi anak. Salah satunya melalui terapi musik.
Dikalangan masyarakat cara seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi, banyak
orangtua yang menerapkan terapi ini pada buah hatinya.
Peran musik memang sangat besar untuk merangsang
perkembangan otak anak. Efeknya dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak,
yaitu kemampuan untuk mengenali atau menafsirkan lingkungannnya dalam bentuk
bahasa, memori dan visual.
Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena
musik merangsang pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita menjadi rileks
dan riang, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah yang membuat
fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal. Oleh karena itu kalau orang tua mau
memanfaatkan fungsi musik sebagai terapi dirumah, selain hasilnya akan sangat
bagus bagi perkembangan anak, termasuk dalam hal konsentrasi, bisa juga membuat
atmosfer rumah lebih bersemangat tapi semuanya tergantung dari musik yang
didengarkan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dengan mendengarkan musik
di pagi hari akan meningkatkan daya konsentrasi siapapun yang mendengarkan.
Semua aktivitas yang dilakukan membutuhkan usaha
maksimal, konsistensi, dan kesabaran dalam melatih, mengarahkan dan memotivasi
anak. Semua aktivitas yang dilakukan tidak ada yang sifatnya instan, cepat
mendapatkan hasil. Semuanya ada pengorbanan, terutama untuk orang tua, agar
meluangkan waktu bersama dengan anak dan melatihnya dengan penuh kesabaran.
Berikut ini ada beberapa tips cara
meningkatkan konsentrasi belajar (Marthinz) :
1.
Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan
dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pd saat kegiatan belajar berlangsung.
Lakukan identifikasi hal-hal yg hrs dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada
beban
2.
Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit
berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi org pandai,
penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan
menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan
3.
Jangan Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal
belajar dgn
aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall,
dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka bljr sebentarpun sudah bisa membuat
ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu stlh
bangun tidur langsung belajar yg serius.
4.
Posisi Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti
sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil
jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar
jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi
sekolah atau kampus.
5.
Tempat yang tenang dan nyaman
Hindari lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan
konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah anda di kamar tanpa suara
apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk
tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang.
6. Cari Tahu
Metode Belajar Yang Tepat
Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat
menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. misal sambil mendengarkan
musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas.
7.
Strategi Menghapal Materi Pelajaran
Jika punya kesulitan menghapal / memahami pelajaran
maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah dimengerti dan dpt
dilihat / dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat
hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita
saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. Bisa pula membuat
pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg telah dipelajari, dan
lainnya.
8.
Istirahat / Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar
karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit
spt; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran
yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa
9.
Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar
Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih
baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan
kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar akan terlupakan.
Selain dari metode belajar yang diperhatikan, ada juga beberapa hal yang harus
kita ketahui, yaitu faktor fisik yang juga mendukung konsentrasi dalam belajar.
Apabila kita benar – benar menguasainya, konsentrasi memiliki manfaat yang luar
biasa terhadap hidup kita. Konsentrasi dapat meningkatkan produktivitas dan
memberikan ketenangan pikiran.
Tips Cara Meningkatkan Konsentrasi
Belajar Anak
1. Minum Vitamin Otak
Kita semua tahu bahwa vitamin dapat melakukan banyak
hal baik bagi tubuh kita. Jika Anda tidak memiliki nutrisi yang Anda butuhkan,
maka otak kita akan memiliki kabut otak. Terdengar bodoh? Tapi itu benar.
2. Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda
Jika Anda ingin meningkatkan konsentrasi, maka Anda
harus mencoba untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda. Olahraga secara teratur
tidak hanya membantu penampilan fisik Anda tetapi juga meningkatkan konsentrasi
Anda.
3. Kurangi Konsumsi Gula Anda
Ya, Anda harus mengurangi konsumsi gula Anda. Terlalu
banyak mengkonsumsi gula dapat mengakibatkan efek yang keras pada tubuh Anda.
Hal ini tidak akan membantu konsentrasi Anda. Memiliki kadar gula yang tinggi
dalam sistem tubuh Anda dapat menyebabkan sistem tubuh Anda mudah terganggu.
4. Minum Banyak Air
Jika Anda tidak minum cukup banyak air, otak Anda akan
menjadi lesu. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Anda minum banyak air.
Minum air akan membantu untuk meningkatkan konsentrasi Anda.
5. Tidur Nyenyak Di Malam Hari
Jika Anda ingin memiliki hari yang sukses, maka sangat
penting bagi Anda untuk memastikan Anda tidur dengan nyenyak di malam hari.
Jika Anda tidak tidur dengan baik di malam hari, maka konsentrasi Anda tidak
akan berjalan dengan baik pada hari berikutnya.
6. Menyelesaikan Masalah
Jika Anda memiliki sesuatu di pikiran Anda, maka hal
itu dapat menyumbat konsentrasi Anda sampai Anda mengeluarkan hal itu dari
pikiran Anda. Temukan seseorang yang Anda percaya dan ungkapkan semuanya. Ini
bukan suatu hal yang salah, setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu.
7. Mendapatkan Pijatan
Saya suka jika suami saya memijat saya. Saya tidak
suka orang asing menyentuh tubuh saya, terutama jika suami saya dapat melakukan
hal ini tanpa dipungut biaya. Saya menemukan bahwa pijatan yang baik selalu
dapat meningkatkan konsentrasi saya dalam menjalani hari-hari
yang sibuk.
Bagaimana caranya supaya anak mudah untuk konsentrasi dan duduk diam
saat belajar?
iSupaya anak bisa berkonsentrasi dalam jangka panjang,
yang sebaiknya dilakukan adalah bukan sekedar membuat anak supaya mau duduk
diam & belajar, tapi bisa diusahakan untuk mencari PENYEBAB mengapa anak
susah untuk diam & belajar. Karena jika anak disuruh untuk duduk diam &
belajar, sedangkan penyebab anak seperti itu tidak diatasi, di kemudian hari
kemungkinan anak akan tetap mengalami kesulitan dalam belajar.
Ada banyak penyebab mengapa anak tidak bisa berkonstrasi ketika belajar. Ada
penyebab dari faktor fisik dan ada juga penyebabnya dari faktor perasaan. Kalau
dari faktor fisik, penyebabnya bisa jadi memang ada masalah dengan syaraf anak
sejak kecil yang menyebabkannya susah untuk berkonsentrasi. Misalnya untuk anak
yang masuk kategori penyandang autism atau ADHD (Attention Deficit
Hyperactivity Disorder). Untuk mengetahui secara pasti apakah kesulitan anak
untuk konsentrasi belajar disebabkan oleh autism atau kah ADHD, cara yang
paling sederhana adalah dengan mengamati kegiatan sosialisasi anak2
sehari-hari. Seandainya selain kegiatan belajar, anak tidak mengalami kesulitan
dalam bersosialisasi, dan anak juga tidak mengalami kesulitan untuk konsentrasi
dalam melakukan hal2 yang di sukai-nya, misalnya membaca buku kesukaannya,
kemungkinan besar anak bukan penyandang autism ataupun ADHD. Jika anak sulit
konsentrasi dalam SEMUA hal & ketika di ajak berkomunikasi secara normal,
anak seperti mempunyai kesulitan untuk bertatapan mata, ada kemungkinan anak
adalah penyandang autism ataupun ADHD. Untuk mengetahui secara pasti apakah
anak di diagnose dengan autism atau kah ADHD, anak bisa di bawa ke psikolog
untuk di lakukan tes lebih lanjut.
Faktor fisik yang lainnya penyebab anak sulit untuk konsentrasi bisa juga
karena sedang mengantuk, sehingga yang dipikirkan anak hanya ingin tidur. Untuk
mengatasinya bisa dilihat apakah jam tidur anak sudah cukup. Jika belum,
usahakan anak mendapatkan jam tidur yang cukup sehingga bisa konsentrasi
belajar. Selain rasa ngantuk, bisa juga anak sedang merasa lapar, sehingga yang
dipikirkan anak di kepala-nya adalah makanan, sehingga sulit konsentrasi ke
pelajaran. Pastikan anak tidak merasa lapar saat belajar, untuk memudahkan
otaknya menerima pelajaran yang diberikan.
Barusan telah di bahas faktor fisik yang umumnya menjadi penyebab mengapa
anak sulit konsentrasi untuk belajar. Tapi biasanya, faktor terbesar yang
menyebabkan anak sulit konsentrasi belajar adalah karena faktor perasaan. Dan
dalam faktor perasaan, penyebab anak sulit konsentrasi untuk belajar dibagi
lagi menjadi 2 bagian, yaitu penyebab yang berhubungan secara langsung dengan
pelajaran dan penyebab yang tidak berhubungan secara langsung dengan pelajaran.
Penyebab dari segi perasaan yang berhubungan langsung dengan pelajaran
contohnya adalah trauma terhadap pelajaran karena pernah dimarahi orang tua
atau guru ketika nilai pelajaran jelek, pernah dipermalukan oleh teman ketika
nilai pelajaran jelek, pernah di hukum di depan kelas ketika nilai pelajaran
jelek, orang tua atau guru yang galak dalam memberikan pelajaran,
ketidak-sukaan anak terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan berbagai
penyebab lainnya. Selama trauma dihukum, dimarahi, diomelin, dipermalukan dan
lainnya terhadap pelajaran yang bersangkutan belum diatasi sepenuhnya,
kesulitan konsentrasi anak dalam belajar akan cenderung tetap terjadi. Karena
tanpa disadari oleh anak, setiap kali melihat buku pelajaran yang membuat
trauma, yang muncul dalam bayangannya adalah peristiwa dalam hidupnya yang
membuatnya kecewa dengan dirinya sendiri, karena dihukum, dimarahi, diomelin
dan lainnya yang membuat dirinya merasa bahwa dia tidak mampu untuk belajar
dengan baik.
Sedangkan penyebab anak sulit konsentrasi untuk belajar dari sisi yang tidak
berhubungan secara langsung dengan pelajaran adalah misalnya ada masalah dengan
teman, kakak, adik, orang tua, guru, tetangga, paman, tante, kakek, nenek dan
lain sebagainya. Kehidupan seorang anak bukan hanya menyangkut pelajaran, tapi
juga menyangkut kehidupan sosialnya dengan orang2 di sekitarnya. Tidak ada
kehidupan anak yang sempurna. Pasti ada minimum satu bagian dari hidupnya,
dimana anak merasakan perasaan yang tidak enak di dalam hatinya. Mungkin anak merasa
sering dimarahi oleh orang tua, sehingga dia merasa tidak nyaman atau aman
dalam hidupnya. Mungkin anak juga merasa dipilih kasih oleh orang tua-nya
dibandingkan kakak atau adiknya. Mungkin anak merasa bahwa dirinya dibandingkan
dengan saudara-saudaranya dan teman-temannya oleh orang tua maupun guru.
Mungkin saat di sekolah anak merasa tidak nyaman dengan pergaulan dengan guru
maupun teman-temannya. Mungkin secara umum anak merasa tidak bahagia karena
merasa kurang di sayang, kurang di dengarkan, dan berbagai hal lain yang
diinginkan oleh seorang anak. Semua hal ini bisa mengganggu perasaan anak
sehingga menyebabkannya sulit konsentrasi dalam belajar. Sulit buat anak untuk
belajar sebagai persiapan ujian keesokan hari di sekolah jika misalnya sang anak
merasa takut bahwa besok dirinya akan di ejek oleh temannya di sekolah. Ketika
anak sering merasa bahwa dirinya kurang di sayang oleh orang tua, sulit juga
baginya untuk bisa konsentrasi belajar, sedangkan yang ada didalam hatinya
adalah perasaan, “Mama-ku sayang nggak ya sama aku? Kok aku dimarahi terus
setiap hari?”
Berbagai hal di atas adalah berbagai contoh KEMUNGKINAN dari penyebab anak
kesulitan untuk konsentrasi belajar. Sehingga dalam masalah apapun yang di
hadapi anak, cara yang terbaik adalah berusaha mencari penyebabnya, yaitu
dengan cara berkomunikasi dengan anak.
Tapi biasanya ada masalah baru, yaitu anak tidak mau menjawab atau bingung
untuk menjawab ketika di tanya penyebab dari mengapa dia tidak bisa konsentrasi
belajar. Jika ini yang terjadi, berarti ada masalah di belakang masalah.
Masalah awalnya adalah anak sulit konsentrasi belajar. Untuk mengetahui
sebabnya, anak perlu di tanya. Tapi ketika di tanya, anak tidak mau atau
bingung untuk menjawab. Berarti ada masalah baru, yaitu anak tidak mau atau
bingung untuk menjawab. Mari kita jawab satu per satu.
Ketika anak ditanya dan tidak mau menjawab, berarti ada perasaan takut di
dalam hati anak untuk menjawab. Yaitu takut dengan resiko jika menjawab. Apakah
resikonya yang ada di benak anak? Bisa macam-macam, tergantung apa saja yang
telah di alami oleh anak selama ini. Mungkin takut di marahi, takut dianggap
berbohong, takut bahwa jawabannya tidak menyelesaikan masalah, takut tidak di
dengarkan, takut di omelin, takut dilaporkan ke guru atau teman (jika masalah
menyangkut dengan guru atau teman di sekolah), dan berbagai resiko lain yang di
takuti oleh anak jika menjawab pertanyaan. Jika ini yang terjadi, bantu anak
untuk memahami bahwa dia bisa jawab apa saja dan orang tua janji tidak akan
marah. Atau janji akan berusaha membantu anak. Atau jika masalah anak karena
takut di marahi, orang tua janji untuk minta maaf & berusaha untuk tidak
marah2 lagi. Sehingga anak merasa aman & nyaman untuk menjawab pertanyaan,
tanpa takut dengan resikonya, sehingga orang tua mendapatkan jawaban dari
masalah anak & bisa berusaha untuk mengatasi penyebabnya. Apakah itu denga
berusaha mengatasinya sendiri atau dengan cara mencari bantuan professional
seperti dari seorang Terapis Hati.
Malas belajar adalah sesuatu hal yang masih wajar terjadi di
kalangan pelajar. Malas belajar sendiri bisa diartikan sebagai penyakit mental
yang menghinggapi diri seseorang karena keengganan seseorang untuk belajar. Mengatasi
anak malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua.
Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak
usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa mengulang kembali
pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr)
ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah. Malas dijabarkan
sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar
berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar (Muhammad Ali,
Kamus Bahasa Indonesia). Jika anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka
bermain, itu berarti belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak menarik buat
mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari juga dianggap sebagai kegiatan yang
tidak ada gunanya / untungnya karena bagi ana-anak tidak secara langsung dapat
menikmati hasil belajar. Berbeda dengan kegiatan bermain, jelas-jelas kegiatan
bermain menarik buat anak-anak, dan keuntungannya dapat mereka rasakan secara
langsung (perasaan senang yang dialami ketika bermain adalah suatu keuntungan).
1. Kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain.
2. Kelelahan dalam beraktivitas (misal terlalu banyak bermain/membantu orang
tua)
3. Sedang sakit
4. Sedang sedih (bertengkar dengan teman sekolah, kehilangan barang kesayangan
dll)
5. IQ/EQ anak
Faktor ekstrinsik:
1. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya
(terlalu berlebihan memperhatikan) Banyak orangtua yang menuntut anak belajar
hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak
selaku pelajar. Memaksakan anak untuk les ini itu. dsb.
2. Sedang punya masalah di rumah (misalnya suasana di rumah sedang “kacau”
karena ada adik baru).
3. Bermasalah di sekolah (tidak suka/phobia sekolah, sehingga apapun yang
berhubungan dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).Termasuk dalam hal ini
adalah guru dan teman sekolah.
4. Tidak mempunyai sarana yang menunjang blajar (misal tidak tersedianya ruang
belajar khusus, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus.alat
tulis, buku dll)e. suasana rumah misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan
rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap.
5. Selain itu tersedianya fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga
dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan
kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games),
seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi malas belajar :
1. Menanamkan pengertian yang benar tentang seluk beluk belajar pada anak sejak
dini. Terangkan dengan bahasa yang dimengerti anak. menumbuhkan inisiatif belajar
mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar
pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang.
2. Berikan contoh “belajar” pada anak.Anak cenderung meniru perilaku orangtua.
Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar, orangtua juga perlu untuk terlihat
belajar (misalnya membaca buku-buku). Sesekali ayah-ibu perlu berdiskusi satu
sama lain, mengenai topik-topik serius (suasana seperti anak sedang kerja
kelompok dan diskusi dengan teman-teman, jadi anak melihat kalau orangtuanya
juga belajar).
3. Berikan insentif jika anak belajar. Insentif yang dapat diberikan ke anak
tidak selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan
perhatian. Pujilah anak saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh
4. Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada
anak (bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari mengisi tts atau
ikut menjawab kuis ). Jika anak bisa menjawab, puji dia dengan menyebut
kepintarannya sebagai hasil belajar. Kalau anak tidak bisa, tunjukkan rasa
kecewa dan mengatakan “Yah Ade nggak bisa jawab, nggak bisa bantu Mama deh.
Ade, di buku pelajarannya ada nggak sih jawabannya? Kita lihat yuk sama-sama”.
Dengan cara ini, anak sekaligus akan merasa dipercaya dan dihargai oleh
orangtua, karena orangtua mau meminta bantuannya.
5. Mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang
sesuai dengan kemampuan anak.Misalnya active learning atau learning by doing,
atau learning through playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah
sesuatu yang menyenangkan.
6. Komunikasi. Hendaklah ortu membuka diri , berkomunikasi dengan anaknya guna
memperoleh secara langsung informasi yang tepat mengenai dirinya. Carilah
situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka
dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas
belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di
dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak
tidak bisa membuka permasalahan dirinya.
7. Menciptakan disiplin.jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti.
8. Menegakkan kedisiplinan.
9. Setelah point 8, Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai
meninggalkan rutinitas yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan
pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer,
menyentil, mencubit, atau memukul). gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis
yang dapat diterima oleh akal pikiran anak.
10. Pilih waktu belajar terbaik untuk anak, ketika anak merasa segar. Mungkin
sehabis mandi sore. Anak juga bisa diajak bersama-sama menentukan kapan waktu
belajarnya.
11. Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian susunlah suatu jadwal
belajar yang sesuai.dalam hal ini IQ, EQ, kemampuan konsentrasi ,daya serap
dll.
12. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyamanSetidaknya orangtua
memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan
dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula
memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang
dan tetap menarik perhatian.
13. Menghibur dan memberikan solusi yang baik dan bijaksana pada anak. Dalam
hal ini jika anak sakit/sedih.